Selasa, 27 Maret 2012

Teknologi Virtualisasi di Windows Server 8

Teknologi Virtualisasi di Windows Server 8

Diambil dari Tabloid PCPlus
Anak muda yang melek internet tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah cloud computing. Sebuah istilah yang sejak beberapa tahun terakhir ini begitu sering menghiasi pojok-pojok internet. Apa sih cloud computing? Jika kita bertanya pada paman google, akan muncul begitu banyak istilah tentang cloud computing.
Menurut salah satu teori, cloud computing adalah suatu model yang memungkinkan suatu sistem (baik itu network, storage, server maupun aplikasi) yang digunakan secara bersama dan secara elastik dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Semuanya dilakukan sendiri dengan meminimalisir kontak dengan penyedia layanan.
Pemicu munculnya cloud computing adalah semakin berkembangnya teknologi virtualisasi. Virtualisasi dalam bahasa gampangnya adalah mesin-mesin bersistem operasi yang berjalan secara virtual pada sebuah mesin fisik. Mesin-mesin virtual tersebut berbagi sumber daya dengan mesin lainnya namun masing-masing mesin terisolasi dan tidak saling berebutan.
Manfaat nyata dari model virtualisasi adalah penggunaan yang optimal dari sebuah server. Kamu bisa bikin bermacam-macam sistem operasi diatas sebuah mesin. Bisa Linux, Windows atau bahkan DOS. Mungkin kamu udah cukup kenal dengan virtual box atau virtual PC. Nah itulah salah satu contoh pemanfaatan virtualisasi.
Komputer yang akan digunakan untuk virtualisasi memiliki syarat prosesor mempunyai fitur virtualization. Caranya cek di BIOS apakah ada intel@VT untuk prosesor berbasis intel atau AMD-V untuk yang berbasis AMD.
Salah satu sistem operasi berbasis server yang mendukung virtualisasi adalah Windows Server. Mulai dari Windows 2008, Microsoft serius membenamkan fitur-fitur virtualisasi. Hyper-v adalah istilah virtualisasi pada teknologi Microsoft.
Virtualisasi semakin diunggulkan dengan diluncurkannya sistem operasi baru Microsoft. Windows Server 8 adalah sistem operasi buatan Microsoft yang terbaru. Saat ini masih pre-beta. Artinya Windows Server 8 ini masih belum cukup matang. Masih taraf preview atau test. Namun sudah menunjukkan cikal bakal sistem operasi masa depan.
Pada tutorial kali ini, akan ditunjukkan langkah demi langkah untuk mengaktifkan role hyper-v pada Windows Server 8. Mari kita telusuri bersama :
1. Aktifkan server manager dashboard dari ikon server manager di start bar.
clip_image002
2. Pilih Add roles dari menu configure this local server. Lanjutkan dengan klik tombol next.
clip_image004
3. Akan muncul layar untuk memilih roles based or features based yang akan diaktifkan atau scenario based. Klik pilihan pertama dan klik tombol next.
clip_image006
4. Pilih server yang akan dipasang roles.
clip_image008
5. Akan tampil roles yang tersedia pada server tersebut. Centang Hyper-v dan klik Next.
clip_image010
6. Pilih features tambahan yang diinginkan. Jika tidak ada, abaikan dan klik Next.
clip_image012
7. Tampil layar pembuka untuk instalasi hyper-v. Klik next.
clip_image014
8. Selanjutnya adalah layar confirmation. Jika memang sudah benar dan tercentang role atau fitur yang diinginkan, klik saja tombol install.
clip_image016
9. Proses instalasi dimulai. Tunggu sampai selesai dan lakukan restart.
clip_image018
10. Akan muncul roles baru di Server Manager Dashboard. Yaitu Hyper-V. Artinya server sudah siap digunakan untuk membuat virtual machine diatasnya.
clip_image020
11. Untuk membuat virtual machine, jalankan Hyper-V Manager. Silahkan dieksplorasi
clip_image022
Hyper-V menjadi andalan bagi perusahaan yang ingin menghemat biaya server mereka. Cukup dengan satu mesin yang menjadi host, diatas mesin tersebut dapat dibuat beberapa virtual machine.

Lutfie Royan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

It's Me & Family

Materi Kuliah

  • Analisis Sistem Informasi
  • Perancangan Sistem Informasi
  • Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
  • Sistem Basis Data
  • Sistem Operasi

Guest Book

Followers